Analisis Spasial
Analisis spasial menjawab pertanyaan berdasarkan hubungan lokasi, misalnya fasilitas dalam radius tertentu, objek yang masuk suatu wilayah, atau jumlah kejadian per kecamatan.
Sebelum menganalisisβ
Tentukan pertanyaan, wilayah, periode, layer input, satuan, dan bentuk hasil yang dibutuhkan. Periksa sumber data, tanggal pembaruan, kelengkapan atribut, serta sistem koordinat.
Jenis analisis umumβ
| Analisis | Contoh penggunaan |
|---|---|
| Seleksi berdasarkan lokasi | Menemukan aset di dalam batas administrasi |
| Buffer | Menemukan objek dalam radius 500 meter dari fasilitas |
| Intersect/overlay | Mengetahui area yang bertumpang tindih |
| Agregasi | Menghitung jumlah objek pada setiap wilayah |
| Rute/jarak | Membandingkan akses atau kedekatan antar lokasi |
Membuat bufferβ
- Pilih alat Analisis lalu Buffer.
- Tentukan layer atau objek sumber.
- Masukkan jarak dan satuan.
- Pilih apakah hasil setiap objek digabung.
- Jalankan analisis dan periksa hasil pada peta.
- Simpan atau ekspor jika hasil sudah benar.
Menyeleksi objek dalam wilayahβ
Pilih layer target dan batas wilayah, kemudian tentukan hubungan seperti di dalam, berpotongan, atau berjarak dari. Periksa beberapa sampel hasil secara visual sebelum menggunakan angka rekap.
Membaca hasil dengan benarβ
Catat parameter analisis bersama hasilnya. Perbedaan proyeksi, data ganda, geometri tidak valid, atau layer yang belum diperbarui dapat menghasilkan angka yang menyesatkan. Bandingkan dengan sumber lain untuk keputusan penting.
Mengekspor hasilβ
Gunakan format yang sesuai kebutuhan, seperti CSV untuk tabel, GeoJSON untuk pertukaran data web, atau format GIS lain yang tersedia. Ekspor hanya data yang diizinkan dan hapus atribut sensitif yang tidak diperlukan.
Analisis peta mendukung perencanaan. Untuk batas legal, keselamatan, konstruksi, atau keputusan berisiko tinggi, gunakan data resmi dan verifikasi lapangan oleh pihak yang berwenang.