Skip to main content

Periodic Inventory

Periodic Inventory adalah metode akuntansi persediaan di mana penyesuaian nilai persediaan dibuat pada periode tertentu, bukan otomatis pada setiap transaksi stok.

Metode ini digunakan jika perusahaan tidak mengaktifkan perpetual inventory atau ingin mencatat nilai persediaan secara periodik.


Cara Kerja Periodic Inventory

Pada akhir periode, perusahaan membandingkan:

  • Nilai closing stock dari laporan Stock Balance.
  • Saldo akun persediaan pada Trial Balance.

Selisih antara keduanya digunakan untuk membuat jurnal penyesuaian agar nilai persediaan di laporan keuangan sesuai dengan nilai stok.


Journal Entry Periodik

Jika perpetual inventory tidak aktif, jurnal akuntansi persediaan perlu dibuat manual atau melalui fitur periodic accounting entry jika tersedia di versi sistem yang digunakan.

Jurnal ini biasanya mencatat perubahan nilai stock-in-hand dan beban terkait persediaan.


Kapan Digunakan

Periodic Inventory cocok untuk bisnis yang:

  • Tidak membutuhkan update akuntansi stok real-time.
  • Melakukan closing persediaan pada akhir bulan atau akhir periode.
  • Memiliki proses stock opname periodik.
  • Ingin kontrol manual atas jurnal persediaan.

Kekurangan Periodic Inventory

  • Membutuhkan rekonsiliasi manual.
  • Nilai persediaan di laporan keuangan tidak selalu real-time.
  • Closing periode membutuhkan waktu lebih lama.
  • Selisih stok perlu diperiksa dengan lebih teliti.

Praktik Terbaik

  • Lakukan stock opname sebelum membuat jurnal periodik.
  • Gunakan Stock Balance sebagai dasar nilai closing stock.
  • Cocokkan saldo dengan Trial Balance.
  • Simpan dokumentasi perhitungan untuk audit.