Bagian 5: Kesalahan Umum & Troubleshooting
Pada saat operasional berjalan, terutama saat trafik pendaftaran sedang tinggi, seringkali muncul kendala dari sisi pendaftar. Berikut adalah daftar masalah umum (common errors) beserta prosedur penanganannya oleh Panitia.
1. Kegagalan Pengiriman Email ke Peserta
Terkadang peserta mengeluh tidak menerima email notifikasi, tagihan, atau e-certificate. Penyebab umumnya adalah:
- Email Invalid / Typo: Peserta salah mengetik alamat email (misal:
user@gmaill.comatauuser@yahoo..com). - Penyimpanan Penuh (Storage Full): Kotak masuk (inbox) peserta sudah penuh, sehingga email dari sistem otomatis tertolak (bounce).
Tugas Panitia (Solusi): Cek status pengiriman di dashboard. Jika ditemukan log status "Failed", segera hubungi PIC melalui WhatsApp untuk memverifikasi alamat email yang benar. Jika inbox penuh, minta mereka mengosongkan ruang atau arahkan untuk daftar ulang menggunakan email lain.
2. Penipuan Konfirmasi Pembayaran
Sistem kami menggunakan verifikasi mutasi otomatis (melalui Payment Gateway). Namun, kerap ditemukan oknum peserta yang mengaku telah membayar secara manual ke panitia.
- Modus: Mengirimkan foto bukti transfer palsu atau hasil manipulasi editan aplikasi (seperti Photoshop) via WhatsApp/Email.
- Solusi Mutlak: Jangan pernah sekadar percaya pada bukti fisik berbentuk foto. Cek langsung status pembayaran di dashboard. Jika di sistem statusnya tetap "Unpaid", maka pembayaran dianggap belum masuk atau tidak sah. Hubungi developer hanya jika Anda curiga ada gangguan pada API Payment Gateway.
3. Kesalahan Link Berkas (Drive, ITRA, Strava)
Sering terjadi Panitia tidak bisa membuka bukti sertifikat atau surat sehat karena pengaturan privasi link yang salah.
- Risiko: Berkas tidak bisa divalidasi, sehingga Panitia terpaksa membatalkan/menolak order tersebut.
- Solusi & Mitigasi: Panitia harus mem-follow up peserta dan menyarankan agar mereka mengubah setelan tautan atau melakukan daftar ulang.
- Cara Pengetesan yang Benar (WAJIB bagi Peserta): Edukasi peserta bahwa sebelum memasukkan link Google Drive ke form, mereka wajib mengujinya menggunakan Mode Incognito / Penyamaran di peramban web. Jika link tersebut bisa dibuka di Mode Incognito tanpa perlu login ke akun Google, berarti berkas tersebut sudah berstatus Publik dan aman digunakan.