Skip to main content

Item Group

Item Group digunakan untuk mengelompokkan item berdasarkan jenis, fungsi, atau kategori bisnis. Contoh item group adalah Raw Material, Finished Goods, Services, Consumables, Trading Goods, atau kategori khusus perusahaan.

Item Group membantu pencarian item, filtering laporan, pengaturan default, dan konsistensi transaksi.


Cara Membuat Item Group

Navigasi ke:

Stock → Items and Pricing → Item Group

Langkah:

  1. Buka daftar Item Group.
  2. Pilih parent group, biasanya dimulai dari All Item Groups.
  3. Klik Add Child atau New.
  4. Masukkan nama item group.
  5. Aktifkan Group Node jika item group akan memiliki child group.
  6. Simpan.

Item Group dalam satu tree tidak boleh memiliki nama yang sama pada posisi yang bertabrakan.


Contoh Struktur Item Group

All Item Groups
├── Raw Material
├── Finished Goods
├── Services
├── Consumables
└── Spare Parts

Gunakan struktur yang mudah dipahami dan relevan untuk laporan bisnis.


Default pada Item Group

Item Group dapat menyimpan default yang akan digunakan oleh item di dalam group tersebut.

DefaultFungsi
Default Price ListPrice list default untuk item dalam group
Default WarehouseWarehouse default pada transaksi
Default Buying Cost CenterCost center default untuk pembelian
Default Selling Cost CenterCost center default untuk penjualan
Default Expense AccountAkun biaya default
Default Income AccountAkun pendapatan default
Default SupplierSupplier default untuk pembelian item

Item Tax

Item Group dapat dikaitkan dengan item tax template. Jika diatur, template pajak dapat digunakan sebagai default untuk item dalam group tersebut sesuai konfigurasi pajak perusahaan.


Praktik Terbaik

  • Buat item group berdasarkan kebutuhan laporan, bukan hanya kebiasaan penamaan.
  • Jangan membuat terlalu banyak level jika tim tidak membutuhkannya.
  • Gunakan default warehouse atau akun hanya jika benar-benar berlaku untuk semua item dalam group tersebut.
  • Review item group secara berkala agar kategori tidak menjadi duplikat.