Lewati ke konten utama

Payment Ledger

Payment Ledger adalah buku besar pembantu khusus yang hanya mencatat transaksi pada akun-akun yang bertipe Receivable (Piutang) dan Payable (Hutang). Fitur ini berfungsi sebagai sumber data tunggal untuk melacak saldo tagihan pelanggan dan kewajiban kepada pemasok.

Prinsip Dasar​

Agar sebuah transaksi tercatat dalam Payment Ledger, akun yang digunakan harus dikonfigurasi dengan tipe akun yang tepat di dalam Bagan Akun:

  • Receivable: Untuk akun piutang pelanggan.
  • Payable: Untuk akun hutang pemasok.

Setiap kali Anda membuat dokumen seperti Sales Invoice, Purchase Invoice, atau Payment Entry, sistem secara otomatis memperbarui Ledger ini untuk mencerminkan perubahan saldo outstanding.


Contoh Logika Transaksi​

Sebagai gambaran, jika Anda memiliki Sales Invoice sebesar Rp1.000.000 dan pelanggan melakukan pembayaran melalui Payment Entry terhadap faktur tersebut:

DokumenAkunDebitKreditDampak pada Payment Ledger
Sales InvoicePiutang Usaha1.000.000-Saldo Piutang bertambah
Payment EntryPiutang Usaha-1.000.000Saldo Piutang berkurang (Lunas)

Implementasi dalam Laporan​

Payment Ledger merupakan fondasi utama bagi laporan-laporan kredensial keuangan berikut:

  • Accounts Receivable & Summary: Memantau sisa piutang dari setiap pelanggan secara mendetail atau ringkas.
  • Accounts Payable & Summary: Memantau total hutang yang harus dibayarkan kepada pemasok.

Tanpa Payment Ledger, sistem tidak dapat menentukan umur piutang (Aging Report) atau status pelunasan setiap faktur secara spesifik.


Alat Pendukung (Tools)​

Codeverta menggunakan data dari Payment Ledger untuk menjalankan fungsi otomatisasi berikut:

Payment Reconciliation​

Alat ini digunakan untuk mencocokkan pembayaran yang masuk dengan faktur yang masih menggantung (outstanding). Jika Anda menerima pembayaran di muka (uang muka) tanpa referensi faktur, Anda dapat menggunakan alat rekonsiliasi ini untuk mengalokasikan pembayaran tersebut ke faktur yang baru terbit di kemudian hari.

Semi-Auto Payment Reconciliation​

Versi pengembangan dari alat rekonsiliasi yang secara cerdas menyarankan alokasi pembayaran berdasarkan nilai yang cocok atau referensi yang serupa.

Catatan Teknis: Proses rekonsiliasi hanya melakukan pembaruan pada Payment Ledger. Ini tidak mengubah jurnal akuntansi dasar di General Ledger, melainkan hanya memperbarui hubungan antara dokumen pembayaran dan dokumen faktur agar saldo outstanding menjadi nol.


Tips Penggunaan​

  • Validasi Tipe Akun: Jika sebuah transaksi tidak muncul di laporan Piutang/Hutang, pastikan kembali bahwa tipe akun di Bagan Akun sudah disetel ke Receivable atau Payable.
  • Alokasi yang Tepat: Selalu pastikan pembayaran dikaitkan dengan nomor faktur yang benar di Payment Ledger untuk menghindari kesalahan pada laporan umur piutang.