Lewati ke konten utama

Opening Stock

Opening Stock adalah jumlah dan nilai barang yang tersedia pada awal periode akuntansi atau saat sistem mulai digunakan. Closing stock dari periode sebelumnya menjadi opening stock untuk periode berikutnya.

Input opening stock harus dilakukan dengan hati-hati karena menjadi saldo awal untuk laporan stok dan valuasi persediaan.


Prasyarat

Sebelum menginput opening stock, pastikan:

  • Warehouse sudah dibuat.
  • Item sudah dibuat.
  • UOM sudah benar.
  • Warehouse sudah terhubung ke akun yang sesuai jika memakai perpetual inventory.
  • Serial number atau batch number sudah disiapkan untuk item yang memerlukannya.

Opening Stock untuk Item Non-Serial dan Non-Batch

Untuk item biasa, opening stock dapat dimasukkan melalui Stock Reconciliation.

Navigasi:

Stock → Tools → Stock Reconciliation

Langkah:

  1. Buat Stock Reconciliation baru.
  2. Pilih purpose untuk opening stock jika tersedia.
  3. Isi Item Code.
  4. Pilih Warehouse.
  5. Isi Quantity.
  6. Isi Valuation Rate.
  7. Simpan dan submit.

Opening Stock untuk Item Serial atau Batch

Untuk item yang memakai serial number atau batch number, opening stock dicatat melalui Stock Entry dengan tipe Material Receipt.

Navigasi:

Stock → Stock Transactions → Stock Entry → New

Langkah:

  1. Pilih Material Receipt.
  2. Set Is Opening menjadi Yes.
  3. Pilih target warehouse.
  4. Tambahkan item dan quantity.
  5. Pilih batch number untuk item batch.
  6. Pilih serial number untuk item serial.
  7. Isi basic rate atau valuation rate.
  8. Simpan dan submit.

Valuation Rate

Valuation rate adalah nilai per unit item saat opening stock dimasukkan. Nilai ini berpengaruh pada valuasi persediaan dan akuntansi stok.

Pastikan nilai yang dimasukkan sesuai data persediaan awal perusahaan.


Praktik Terbaik

  • Lakukan stock opname sebelum input opening stock.
  • Pisahkan baris item jika valuation rate berbeda.
  • Jangan input opening stock sebelum master item dan warehouse final.
  • Simpan bukti perhitungan stok awal untuk kebutuhan audit.