Lewati ke konten utama

Introduction to Stock Module

Stock Module di ERP Codeverta digunakan untuk mengelola persediaan barang secara terstruktur, mulai dari master item, warehouse, penerimaan barang, transfer stok, pengiriman, sampai valuasi persediaan. Modul ini menjadi dasar bagi proses pembelian, penjualan, manufaktur, dan akuntansi persediaan.

Stock Module membantu perusahaan mengetahui barang apa yang dimiliki, berada di warehouse mana, berapa kuantitasnya, dan berapa nilai persediaannya.


Fungsi Utama Stock Module

Stock Module membantu bisnis untuk:

  • Menyimpan detail produk, bahan baku, barang jadi, jasa, dan warehouse.
  • Melacak penerimaan, transfer, dan pengiriman barang.
  • Mengoptimalkan level stok melalui laporan real-time.
  • Mengelola valuasi barang untuk kebutuhan akuntansi persediaan.
  • Menghubungkan stok dengan transaksi pembelian, penjualan, dan produksi.

Transaksi Inti dalam Stock Module

Ada tiga transaksi stok yang paling sering digunakan:

TransaksiFungsi
Purchase ReceiptMencatat barang yang diterima dari supplier
Stock EntryMencatat penerimaan, pengeluaran, transfer, repack, dan pergerakan stok internal
Delivery NoteMencatat barang yang dikirim ke pelanggan

Selain itu, Stock Module juga menyediakan fitur pendukung seperti Stock Reconciliation, Pick List, Putaway Rule, serial number, batch number, dan laporan stock ledger.


Hubungan dengan Modul Lain

Stock Module terintegrasi dengan beberapa modul utama:

  • Buying: Purchase Order dan Purchase Receipt menambah stok ke warehouse.
  • Selling: Sales Order dapat dilanjutkan ke Delivery Note untuk pengiriman barang.
  • Manufacturing: Stock Entry digunakan untuk transfer bahan baku, konsumsi material, dan penerimaan barang hasil produksi.
  • Accounting: Jika perpetual inventory aktif, transaksi stok dapat menghasilkan pencatatan general ledger.

Master Data yang Perlu Disiapkan

Sebelum transaksi stok digunakan, siapkan master data berikut:

  • Warehouse untuk lokasi penyimpanan.
  • Item untuk produk, bahan baku, barang jadi, atau jasa.
  • Item Group untuk klasifikasi item.
  • Unit of Measure untuk satuan transaksi.
  • Price List dan Item Price jika harga item perlu dikelola.
  • Serial Number atau Batch Number jika barang memerlukan traceability.

Laporan Penting

Gunakan laporan stok untuk memantau persediaan:

LaporanKegunaan
Stock BalanceMelihat saldo stok dan nilai persediaan per item dan warehouse
Stock LedgerMelihat riwayat transaksi stok secara kronologis
Stock Projected QtyMelihat proyeksi stok berdasarkan transaksi yang sudah ada
Item Price StockMelihat harga item yang tersimpan dalam price list

Praktik Terbaik

  • Buat struktur item dan warehouse sebelum melakukan transaksi.
  • Gunakan item code yang konsisten agar mudah dicari.
  • Hindari perubahan manual pada stok tanpa dokumen transaksi.
  • Lakukan Stock Reconciliation untuk menyesuaikan stok fisik dan stok sistem.
  • Gunakan laporan Stock Ledger saat menelusuri perubahan stok.