Warehouse
Warehouse adalah lokasi fisik atau logis tempat item disimpan. Di ERP Codeverta, warehouse tidak hanya berarti bangunan gudang, tetapi juga dapat berupa ruangan, area, rak, baris, bin, gudang transit, atau lokasi penyimpanan lain.
Contoh struktur warehouse:
Warehouse > Room > Row > Shelf > Bin
Struktur ini membantu perusahaan mengelola stok secara detail berdasarkan lokasi penyimpanan.
Cara Membuat Warehouse
Navigasi ke:
Stock → Settings → Warehouse → New
Langkah:
- Masukkan nama warehouse.
- Pilih Parent Warehouse jika warehouse berada di bawah lokasi lain.
- Aktifkan Is Group jika warehouse akan menjadi parent untuk sub-warehouse.
- Pilih company.
- Simpan dokumen.
Warehouse biasanya ditampilkan dengan identitas perusahaan agar mudah dibedakan, terutama jika satu sistem digunakan oleh beberapa company.
Opsi Tambahan Warehouse
| Opsi | Keterangan |
|---|---|
| Account | Akun default untuk transaksi stok pada warehouse tersebut |
| Warehouse Type | Klasifikasi warehouse seperti stock, transit, WIP, supplier, atau room |
| Address | Alamat fisik atau alamat pengiriman warehouse |
| Contact | Penanggung jawab atau kontak operasional warehouse |
Warehouse Type berguna untuk mengelompokkan lokasi dan membantu filtering dalam laporan atau transaksi.
Tree View
Warehouse dapat dilihat dalam bentuk Tree View. Tampilan ini memudahkan tim melihat parent warehouse dan child warehouse secara hierarkis.
Contoh:
Gudang Utama
├── Area Receiving
├── Rak A
└── Rak B
Gunakan Tree View untuk mengelola struktur lokasi yang kompleks.
Warehouse Account
Jika perusahaan menggunakan perpetual inventory, setiap warehouse perlu dikaitkan dengan company dan akun persediaan. Akun ini digunakan untuk mencatat nilai barang yang tersimpan di warehouse tersebut.
Untuk struktur warehouse yang sangat detail, sub-lokasi seperti rak atau bin biasanya dapat memakai akun dari warehouse utama jika perusahaan tidak memerlukan pelaporan nilai stok per rak.
Setelah Warehouse Disimpan
Setelah warehouse dibuat, sistem dapat menampilkan akses cepat ke:
- Stock Balance untuk melihat saldo stok pada warehouse tersebut.
- General Ledger untuk melihat transaksi akuntansi jika warehouse terhubung ke akun.
- Opsi mengubah warehouse non-group menjadi group jika perlu menjadi parent lokasi.
Tips Penggunaan
- Gunakan nama warehouse yang mudah dipahami oleh tim gudang.
- Buat parent warehouse untuk lokasi besar dan child warehouse untuk area operasional.
- Jangan membuat struktur terlalu detail jika tim tidak benar-benar mencatat transaksi sampai level tersebut.
- Siapkan warehouse transit jika perusahaan sering melakukan transfer antar cabang.