Lewati ke konten utama

Perpetual Inventory

Perpetual Inventory adalah metode akuntansi persediaan di mana accounting entry dibuat untuk setiap transaksi stok. Dengan metode ini, nilai persediaan di stock ledger dan general ledger dapat terus diperbarui mengikuti pergerakan barang.


Cara Kerja Perpetual Inventory

Saat barang masuk ke warehouse, nilai akun persediaan bertambah. Saat barang keluar dari warehouse, nilai akun persediaan berkurang dan biaya terkait dapat dicatat sesuai konfigurasi akun.

Contoh transaksi:

TransaksiDampak StokDampak Akuntansi
Purchase ReceiptStok bertambahStock-in-hand bertambah
Delivery NoteStok berkurangPersediaan berkurang dan biaya dapat terbentuk
Stock Entry Material ReceiptStok bertambahNilai persediaan bertambah
Stock Entry Material IssueStok berkurangNilai persediaan berkurang

Aktivasi Perpetual Inventory

Perpetual inventory diatur pada master Company.

Navigasi umum:

Accounting → Company → Enable Perpetual Inventory

Pastikan setiap warehouse yang digunakan sudah terhubung dengan akun persediaan yang sesuai.


Warehouse Account

Untuk perpetual inventory, warehouse harus terhubung dengan company dan akun persediaan. Akun ini mencatat nilai barang yang berada di warehouse tersebut.

Jika struktur warehouse memiliki banyak sub-lokasi, perusahaan dapat memakai akun warehouse utama untuk sub-lokasi jika tidak perlu nilai stok per rak atau bin.


Backdated Transaction

Jika ada transaksi backdated atau pembatalan transaksi lama, sistem dapat menghitung ulang stock ledger dan accounting entry yang terdampak. Karena itu, batasi transaksi mundur setelah periode ditutup.


Praktik Terbaik

  • Pastikan item valuation rate benar pada transaksi barang masuk.
  • Hubungkan warehouse dengan akun yang sesuai.
  • Gunakan Stock Balance dan General Ledger untuk rekonsiliasi rutin.
  • Freeze periode stok setelah closing untuk mencegah perubahan tanpa kontrol.