Item Group
Item Group digunakan untuk mengelompokkan item berdasarkan jenis, fungsi, atau kategori bisnis. Contoh item group adalah Raw Material, Finished Goods, Services, Consumables, Trading Goods, atau kategori khusus perusahaan.
Item Group membantu pencarian item, filtering laporan, pengaturan default, dan konsistensi transaksi.
Cara Membuat Item Group
Navigasi ke:
Stock → Items and Pricing → Item Group
Langkah:
- Buka daftar Item Group.
- Pilih parent group, biasanya dimulai dari All Item Groups.
- Klik Add Child atau New.
- Masukkan nama item group.
- Aktifkan Group Node jika item group akan memiliki child group.
- Simpan.
Item Group dalam satu tree tidak boleh memiliki nama yang sama pada posisi yang bertabrakan.
Contoh Struktur Item Group
All Item Groups
├── Raw Material
├── Finished Goods
├── Services
├── Consumables
└── Spare Parts
Gunakan struktur yang mudah dipahami dan relevan untuk laporan bisnis.
Default pada Item Group
Item Group dapat menyimpan default yang akan digunakan oleh item di dalam group tersebut.
| Default | Fungsi |
|---|---|
| Default Price List | Price list default untuk item dalam group |
| Default Warehouse | Warehouse default pada transaksi |
| Default Buying Cost Center | Cost center default untuk pembelian |
| Default Selling Cost Center | Cost center default untuk penjualan |
| Default Expense Account | Akun biaya default |
| Default Income Account | Akun pendapatan default |
| Default Supplier | Supplier default untuk pembelian item |
Item Tax
Item Group dapat dikaitkan dengan item tax template. Jika diatur, template pajak dapat digunakan sebagai default untuk item dalam group tersebut sesuai konfigurasi pajak perusahaan.
Praktik Terbaik
- Buat item group berdasarkan kebutuhan laporan, bukan hanya kebiasaan penamaan.
- Jangan membuat terlalu banyak level jika tim tidak membutuhkannya.
- Gunakan default warehouse atau akun hanya jika benar-benar berlaku untuk semua item dalam group tersebut.
- Review item group secara berkala agar kategori tidak menjadi duplikat.